Pengecualian Pasal 21 Permen ESDM No. 7 Tahun 2012?

Dari berbagai media, pada 17 April 2012 kemarin kita mendapatkan pernyataan yang berasal dari Dirjen Minerba ESDM Bapak Thamrin Sihite sebagai berikut :

“suatu perusahaan baru bisa mengekspor setelah 6 Mei 2012 dengan catatan sebagai berikut :

1. segala perizinan tidak bermasalah

2. menandatangani pakta integritas untuk tidak mengekspor setelah 2014,

3. serta mempunyai rencana pengolahan dan pemurnian dengan cara membangun sendiri, membentuk konsorsium, atau menjual kepada pabrik lain.

Kalau hal diatas menjadi aturan maka tetap ada peluang mengekspor bijih (raw material atau ore) mineral sepanjang memenuhi 3 hal di atas setelah 6 Mei 2012 sampai dengan tahun 2014.

Sebagaimana kita ketahui pada 6 Februari 2012 lalu Menteri ESDM menetapkan Peraturan Menteri(Permen) No. 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral.  Dimana salah satu pasalnya yakni Pasal 21 berbunyi :

“Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR yang diterbitkan sebelum berlakunya Permen ini dilarang untuk menjual bijih (raw material atau ore) mineral ke luar negeri dalam jangka waktu paling lambat 3(tiga bulan) sejak berlakunya Permen ini.”

(18 April 2012)

Leave a comment

Filed under Mineral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s