Teori Hukum

Apa hakekatnya yang dituntut dari Seorang Sarjana Hukum yang bekerja di profesinya? Jawabannya adalah untuk menguasaai “The Power of Solving Legal Problem”. Dengan 3 syarat :

1. Legal Problem Identification (merumuskan masalah-masalah hukum)

2. Legal Problem Solving (memecahkan masalah-masalah hukum)

3. Decision making (mengambil/membuat keputusan)

Bekal untuk dapat mempraktekkan kemmapuan ke-3 ketrampilan tersebut adalah ilmu pengetahun hukum.

Ada sasaran (obyek)  Studi Ilmu Hukum adalah :

I. Kaedah Hukum (dalam arti luas)

A. Asas Hukum

B. Kaedah Hukum (dalam arti sempit)

C. Peraturan Hukum Konkrit

II. Sistem Hukum

III.Penemuan Hukum

Asas Hukum :

1. Merupakan latar belakang peraturan konkrit yang terdapat dalam dan di belakang setiap sistem hukum

2. Terjelma dalam peraturan perundang-undangan dan putusan hakim yang merupakan hukum positif

3.  Dapat diketemukan dengan mencari sifat-sifat atau ciri-ciri yang umum dalam peraturan konkrit tersebut.

Peraturan Hukum Konkrit adalah peraturan hukum yang dituangkan dalam bentuk tertulis yang tampak dalam bentuk pasal-pasal atau kalimat-kalimat.

Adapun Stufenbau Theory Hans Kelsen  menyatakan bahwa Peraturan Hukum Konkrit adalah :

1. Tatanan hukum yang merupakan sistem norm yang hierarkis atau bertingkat. Susunan Kaedah Hukum dimulai dari tingkat paling bawah, yaitu :

Kaedah Individual (konkrit) Putusan Pengadilan –> Kaedah Umum: Undang-undang yaitu Peraturan Per-UU-an atau Hukum Kebiasaan —> Kaedah-Kaedah dari Konsitusi:UUD   (Ketiga nya disebut Kaedah Positif) —> Grundnorm ( Di atas Konstitusi terdapat Kaedah Dasar Hipotetis yang lebih tinggi yang bukan merupakan Kaedah Positif, Di Indonesia bisa dikatakan Pancasila)

2. Suatu Peraturan Hukum (Kaedah Hukum) kekuatan berlakunya tergantung pada peraturan hukum (kaedah hukum) yang lebih tinggi.

Teori Hukum lahir karena pada abad ke-19 para ahli hukum menginginkan cabang ilmu hukum yan tidak sepraktis atau sekonkrit dogmatik hukum, tetapi juga tidak seabstrak Filsafat Hukum.

Dulu para sarjana eksakta saat itu berhasil mengembangkan metode yang sifatnya positif, sehingga lahirlah ajaran hukum umum yang menjadi embrio Teori Hukum.

Teori Hukum lebih luas dari pada Ilmu Hukum. Karena Obyek Teori Hukum adalah Ilmu Hukum, sedangkan Obyek Ilmu Hukum adalah Praktek Hukum. Sehingga Ilmu Hukum dan Praktek Hukum adalah Obyek Teori Hukum.

(Dari Diktat bahan Kuliah Teori Hukum oleh Prof. Dr. RM. Sudikno Mertosukarto,S.H. Magister Hukum Sekolah Pasca Sarjana UGM, 2007. Catatan  Whisnoe Junaidi,SH,MBA,SPd)

Leave a comment

Filed under Batubara, Mineral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s